Senin, 31 Oktober 2016

Di Atas Langit masih banyak Langit [read: GIMSCO 2016]

Kami tutup perjalanan ini dengan doa dan perenungan bersama. Ya kami, Saya, Gilsuk, Asad, Peter.
Beberapa bulan lalu diadakan seleksi peserta IMO dan GIMSCO dikampus [read: OLYMPUS] oleh HMPD. Dan singkat cerita kami terpilih menjadi delegasi FK UNS untuk GIMSCO 2016. Dan kami tercatat sebagai delegasi resmi pertama dari FK UNS sejak GIMSCO ke 2. Kabarnya, GIMSCO pertama tahun 2012 sudah ada mas mbak 2009 yang kebetulan asisten anatomi tahun itu berangkat. Tetapi terus vacuum sampai tahun ini. 
alhamdulillah setelah tahun lalu saya coba mengajukan proposal buat berangkat tapi keburu kuota penuh, tahun ini dengan izinNya bisa berangkat.

Pelajaran berharga

Pertama, beberapa minggu kami belajar bersama [read; yang paling  efektif sekitar 1-2 minggu sih, Karena padatnya jadwal dan ada UB juga. Hmm]. Yang memaksa kami untuk “belajar” lagi. Panitia lomba memberikan silabus yang luas bet, sehingga kami kebingungan mau belajar dari mana. Wkwkw akhirnya kami putuskan pakai beberapa literature yang lazim di pakai [read; moore, grays, neuroanatomi duus, sobotta]. Karena judul kompetisinya GIMSCO “olimpiade anatomi”, eh ternyataa soalnya……hampir klinis semua.. wow… jadi intinya pelajaran pertama adalah membuatku “belajar” lagi.
Kedua, sepertinya osn fisika pas SMA jadi momen “lomba” yang bener2 lomba bagiku terakhir, sebelum ikut ini. Hehe… dan akhirnya saya merasakan suasana lomba lagi yang ada dag dig dug nya…kuliah ini sesat banget nggak pernah bisa ikut lomba :D
Sekilas mengenai perlombaan
GIMSCO terdiri dari 4 babak:
1.       Babak Penyisihan Tahap 1,
Di babak ini 95 tim / 190 orang dibagi 3 shift. Kalo di UNS yaa semacam response anat gitu guys. Ada 60 soal full English. Gregett!! Ampe kringetaannn pokok.ee
Jadi satu pelajaran yg bisa saya ambil disini, ilmu anatomi basic yg dimaksud itu udah klinis yang di anggep di kampus kite. Haha yaa bukan njelek2in kampus sendiri sih. Tapi kalo “emang” model soal2 responsi “mahasiswa” non peserta gimsco seperti itu bentuknya. Sepertinya emang kita perlu berbenahh :)
Contoh soal, yang ditunjuk pancreas. Apabila terjadi keganasan dicaput akan menimbulkan nyeri. Maka perlu dilakukan pengangkatan ganglion dari syaraf yang menginervasi organ tsb. Ganglion apakah yg dimaksud?... (model2 soal prof. satimin tapi lebih diaplikasikan klinis. Soo… jangan takut. InsyaAllah UNS bisa)..
Biidznillah, kami ber 4 lolos ke tahap 2. Alhamdulillah masuk ke 60 pertama. (kita GIMSCO 1).
2.       Babak Penyisihan Tahap 2,
Di tahap ini, 60 tim dibagi ke beberapa ruangan untuk mengerjakan 100 soal (70 isian singkat, 25 benar/salah, 5 melengkapi soal cerita.
Alhamdulillah, kami masuk ke 25 besar. Qodarullah. *pas pengumman saya ama gilsuk dhuha di masjid Karena nggak kuat simpatis bekerja penuh. Wkwkwk
3.       Babak Semifinal
Di babak ini dari 25 tim yang lolos BPT 2, di bagi 5 ruangan untuk LCT/ Lomba Cepat Tangkas.  3 sesi : soal wajib, Lemparan, Rebutan. Nah qodarullah, kami kalah di sini. Dan lagi2 qodarullah, UNS 2 Tim di satu ruangan :D :) :(
4.       Babak final,
Karena kami nggak lolos dibabak ini, nggak bisa cerita banyak tapi intinya, ada tahap tentamen/ preparat, presentasi kasus, LCT, dan tebak kata nomina antomica.

Intinya pelajaran berharga kedua, dari momen2 lomba yang ada ini menjadi sebuah pelajaran bahwa masih banyak langit di atas langit.
“berkesempatan mengikuti gimsco ini membuatku semakin yakin bahwa aku masih goblok”

Tamparan Hangat bagi Kita

Mengamati dan beberapa kali diskusi sediki kami bisa menyimpulkan, dan seharusnya bisa menjadi renungan kita bersama. Melihat dari finalis dan hasil juaranya. Coba kita renungkan bersama [kita = mahasiswa UNS lebih spesisfik FK UNS dan lebih spesifik lagi Program Studi Kedokteran UNS, karena pesertanya kemarin dari PSK].
Dari juara 1, undip, beberapa catatan yang kami ketahui. Dukungan dari fakultas dan prodi sangat kuat. Namun selain itu dari system pembelajaran yang ada di sana walaupun sudah memakai system blok, tetapi tahun pertama masih full ilmu kedokteran dasar [read; anatomi, fisiologi, histo, biokim]. Jadi cukup ngelontok… apa lagi yaa, disana kaprodinya dr.. Sp.BS., PAK. Implikasinya sepertinya dari power yang dihasilkan lebih besar. Dosen2nya, khususnya anatomi cukup ketat. Mereka punya diktat/ BPP yang katanya sih detail dan sampai sekarang masih dipake sejak th 80an. Kalo dibanding kita, yang udah diringkesin banget2, masih banyak ngeluh. Masihkah kita stay di zona nyaman?
Juara 2,3,4 dari Universitas lambung mangkurat. Menurut saya kita perlu mencontoh banyak dari Unlam ini. Ini opini saya saja ya, saya sempat berkecimpung dengan mahasiswa2 delegasi unlam. Dan hampir di semua bidang ada dan sukses2. Di ISMKI, juara SMC di UNS, dan ini. Coba renungkan bersama... apa yang membuat mereka mampu seperti itu. Mohon maaf, padahal mereka dikalimantan. Kalau alasannya kita gagal Karena jauh dari ibu kota, mereka lebih jauh… lalu masihkah kita masih stay di zona nyaman?
Juara 5, unair. Satu yang saya ketahui. RS Soetomo, tidak hanya menjadi tempat coass dari unair, tapi juga beberapa institusi lain. Jadi doktrin yang ada, loe jangan malu2in unair. Jadi belajar baek2 sono. Lalu bagaimana percoassan kita? Yaa saya belum mengalami sih. Tapi sekilas kan emang muwardi cuman dari uns doang. Soo mungkin kita msih di zona nyaman :)

“mungkin kita masih terlalu berada di zona nyaman”

So, kesimpulannya:
1.       Kegagalan ini mungkin menjadi ruang kesedihan tersendiri bagiku. Wkwkw alay bet bahasanya. Tapi beneran. Sedih belum bisa membuat bangga nama UNS :( maaf yaaa semuaa :) kami cuman bisa sampe semifinal. semoga delegasi selanjutnya bisa lebih  baik. insyaAllah kami sudah catatkan evaluasi tahun ini.
Ini tamparan special buat saya pribadi buat belajar lebih banyak lagi. Karena nggak ada alasan presbem nggak keteteran akademiknya. Fyi, surya, juara 1nya itu angkatan 2014 dan ketua HIMAKU undip. Sekarang lagi nyalon presbem fk undip. Tahun lalu dia juara 3 J keren banget gaa sih… josh… guendeeng….
semoga saya bisa lebih baik lagi kedepan. Segera semhas. Belajar compre yang bener. Coass yang baik. Jadi dokter yang baik. (but, jangan pernah lewati momen2 kehidupan ini tanpa Dia, dan berbagi pada sesame mahluk Nya)
2.       saya mengajak seluruh mahasiswa FK UNS untuk banyak merenung. Sudah optimalkah kita dalam belajar? Dalam berkarya?
Cukup dijawab dalam hati dan dicari solusinya.
Barangkali benar, kita masih terlalu berada di zona nyaman :)
3.       untuk Kedokteran, 2017 sepertinya perlu diadakan evaluasi system kurikuluum. Sudah hampir 10 tahun kita terapkan system ini.
Apakah memang yang terbaik? Apakah memang ini cara yang paling pas untuk menciptakan dokter2 yang kuat dilayanan primer?
Bisa untuk masukan prodi juga.
4.       Buat Gilsuk, Peter, Asad, makasih udah ngajarin dan belajar banyak J sampe direwangi tidurr dilab. Wkwkw special buat dr. Inna, M. Neurosci, maturnuwun Do katas bimbingannya selama ini. Untuk Oddik, dan panitia OLYMPUS makasih sudah difasilitasi. Semoga semua berbalas kebaikan :)
5.       Untuk seluruh calon sejawat.
Barangkali SKDI telah menuliskan kompetensi2 yang ada untuk dikuasai, atau prodi telah menyiapkan silabus2 untuk dipelajari, tetapi kita harus terus membuka wawasan tentang apa yang akan kita hadapi nanti. Nyawa guys. Nyawa :(
Gimana mau jadi dokter yang kompeten kalo dikit2 kita udah ngeluh.
Saling menguatkan yaa… mari kita buktikan semangat kita… mari kita tunjukkan bahwa kita adalah dokter yang kompeten… 

 

But, jangan lupa arti sebuah proses. Dengan begitu dihalalkan sikut2an. No.. jangan yaa..
Semoga saya juga nggak kaburomaktan… amin

kita nggak kalah kok dari input, cuman kita harus lebih giat lagi di proses!


Ada yang udah nonton CADO-CADO? Hehe… yaa walopun banyak romance2 nya. Tapi semoga kita bisa lebih baik deh dari itu. hehe


Reminder dari Tuhan

Hari rabu kemarin saya diminta menggantikan kultum dr. Dono, dan kebetulan saya menyampaikan mengenai “musibah/ azab” yang terjadi bagi diri kita ataupun dunia ini. QS Al Hadid 22-23. 
Satu pengingat bagi diri saya pribadi, untuk tidak terlalu sedih atas apa yang luput dari diri ini. dan pengingat bagi kita bersama mungkin kita masih perlu banyak berbenah.

sering banget gini, habis ngomong, terus diuji dengan hal nyata :)
Diakhir, ulama2 mengatakan untuk masalah akhirat kamu harus senantiasa melihat ke atas, tapi urusan dunia harus sering2 melihat kebawah agar kita lebih banyak bersyukur.
Tetapi juga jangan lupa melihat keatas agar menjadikan motivasi bagi kita untuk menjadi “mahlukNya” yang lebih baik lagi.

last, do our job, and let Allah do his job for us.
Allah know and we arent, (QS. 2:30)


wallahu wa rosul bisowaf

Kamis, 19 Mei 2016

Selamat Hari "Embriologi Pergerakan"

Bismillah,

Sejarah bercerita,
Tepat seratus delapan tahun yang lalu ada 3 orang mahasiswa kedokteran yang berbincang ringan disebuah ruang belajar kampus mereka, stovia namanya. mereka menyadari bahwa bangsanya sudah cukup usia untuk memersiapkan kemandiriannya.
ya, Boedi Oetomo mereka menamainya.

disaat bersamaan "kaum terpelajar" Indonesia yang belajar di Belanda membentuk perkumpulan pula.
indische vereeniging namanya.

sebenarnya 3 tahun sebelumnya ada sebuah perkumpulan di kota kampus saya hari ini berada, Solo-Surakarta. Sejarah mencatat terbentuknya sebuah pergerakan terorganisir paling awal, Sarekat Dagang Islam namanya.

Sejarah bercerita, 
Sarekat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam. Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische Vereeniging berubah menjadi Perhimpoenan Indonesia. dengan berbagai permasalah dan penyelesaiannya.

-setiap masa memiliki permasalahan yang berbeda, pun juga dengan solusinya-

Sejarah bercerita,
angkatan 28 dikenalnya, saat Indonesia telah memiliki banyak perkumpulan2 kedaerahan; Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Kaum
Betawi, dan sebagainya.

lalu di rasa perlu bersatunya pemuda Indonesia. dideklarasikanlah PPPI (perhimpunan pelajar-pelajar indonesia) meletakkan dasar komitmen menyisikan perbedaan antar mereka.

Menjadi hari bersejarah pula angkatan 28 dengan sumpah pemuda yang hingga kini masih menggema.

angkatan 45,
dengan cerita cantiknya, bagaikan pertemuan sel telur dan sel sperma. saat Indonesia pertama diakui dunia. Soekarno-hatta menjadi "Zygot" bangsa Indonesia. yang terkenal dibalik puluhan nama yang berjuang bersamanya.

Sejarah bercerita,
perjuangan setiap masa akan tetap terus ada. angkatan "Tritura" 64 dengan pergerakan menentang penguasa yang mulai lupa tujuanya awalnya.

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki pemuda kata tan malaka. menurutku seharusnya ini juga tetap dimiliki kaum "tua".

Sejarah bercerita,
angkatan 74 dengan "malari" dimana sejarah bercerita lagi2 "mahasiswa kedokteran" ada didalamnya. hariman siregar siapa yang tak mengenalnya.

NKK-BKK dengan segala cerita uniknya.

kebijakan yang dipertanyakan. pers yang dibungkam dan  berbagai komplikasi permasalahan yang terus memuncak dan berakhir dengan kisah romantisme perjuangan 98 tentunya.

hari ini,
cerita pergerakan mahasiswa mungkin tak sama. tetapi bukan alasan untuk berhenti berfikir tentang perubahan dan perbaikan.

-Yang berhak mendefinisikan pergerakan mahasiswa hari ini, ya mahasiswa yang hidup dimasa ini-andi aulia

Aksi kejalan adalah sebuah keniscayaan. akan tetapi bukan terus menjadi gold standard.
kajian negosiasi mungkin sekarang yang cukup relevan. tetapi sekali lagi bukan berarti untuk anti turun kejalan.

-aku hari ini adalah sintesis kebaikan2 orang yang pernah hidup dan menginspirasi, baik langsung maupun tak langsung-

Coba ingat kembali cara-cara perjuangan mereka yang tercatat sejarah. samanhudi? tanmalaka? Oemar Said Cokroaminoto? sukarno? semaun? haji agus salim? dokter sutomo? sukarno? syahrir? hariman siregar? ki bagus hadikusumo? soe hok gie? dan siapapun mereka yang berjuang dengan niat baiknya.

pendidikan dibuat untuk mengasah ketajaman analisis, mengokohkan keinginan, dan yang terpenting memerhalus perasaan-tan malaka

Kepekaan terhadap permasalahan, ketahanan menghadapi tekanan, ketepatan dalam mengambil keputusan, dan jiwa kepemimpinan haruslah dilatih sejak awal. Hari ini kita banyak menjumpai mereka yang pintar namun tidak bertindak benar.

-sebuah tindakan hendaknya memertimbangkan logika, etika dan estetik- Inu kencana [dan terutama dengan iman jangan lupa].


Selamat Hari Kebangkitan Nasional
20 Mei
sebuah embriologi perjuangan. mahasiswa kedokteran bukan alasan. siapa pelopor pergerakan? mahasiswa kedokteran kawan.

semoga senantiasa terjaga semangat dan niat.

Minggu, 15 Mei 2016

Sekadar Pengingat (untuk Aku, Kamu {KITA})

sejenak merenung, apa yang akan aku tinggalkan selama setahun ini?
tak terasa sudah hari ke seratusenampuluhsatu.

seperti saat awal aku diminta untuk mencalonkan diri di pemilu kemarin, aku mengatakan kalau cuman melewati satu kepengurusan mah gampang. tapi apa yang diperbaiki dan apa yang ditinggalkan itu yang masih menjadi pertanyaan.

semoga Tangan Mu senantiasa membimbing langkah hamba ya Rabb.

sekadar pengingat...

Visi & Value

Sesuai dengan Visi yang telah saya sampaikan pada pencalonan Presiden BEM FK UNS 2016. Visi saya adalah:
Mewujudkan FK UNS INKLUSIF (Integritas-Kreatif-Solutif-Inspiratif).
Dalam pencapaian visi saya secara langsung akan memimpin sebuah kabinet yang mana dalam hal ini adalah BEM FK UNS 2016. Adapun penjabaran Visi tersebut ialah dalam mewujudkan FK UNS yang Inklusif harus dimulai dari BEM FK UNS, sebagai kabinet yang terbentuk atas rekomendasi KBM FK UNS dan menjadi pusat pergerakan di FK UNS, diharapkan memiliki nilai Inklusif, dan juga kepanjangan dari INKLUSIF yakni, Integritas-Kreatif-Solutif-Inspiratif. dimana nantinya kami berharap BEM FK UNS sebagai organisasi maupun pengurus secara perorangan dapat menjadi contoh bagi civitas akademika FK UNS. Dan berharap dapat bersama-sama berkontibusi untuk UNS dan Indonesia masa depan. 
Visi tidaklah berarti, tanpa diikuti kerja keras yang nyata. Untuk itu, visi ini sekaligus kami jadikan sebagai value/ nilai kepengurusan. Value ini akan menjadi dasar strategy, fokus kerja kepengurusan, dan ruh kerja keras kita selama satu tahun ke depan. Setiap program, setiap gerakan, setiap aktivitas, berkiblat, dan menggengam kuat value-value ini. 

1. Inklusif 
Mewakili gambaran organisasi BEM FK UNS yang menyatu/ termasuk dalam/ tergabung dalam ataupun organisasi yang tidak terkesan ekslusif. Nilai ini juga ditujukan bagi:
a) BEM FK UNS sebagai organisasi, baik dimata 5 prodi FK UNS, KBM FK, UNS, maupun Universitas, dan masyarakat.
b) Pengurus BEM FK UNS, dimana kami mengharapkan sebagai pengurus tidak akan merasa eksklusif, dan dapat merangkul KBM FK UNS, sekaligus dapat menjadi role model.
c) KBM FK UNS, yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa (Ormawa, perwakilan angkatan) dan juga mahasiswa keseluruhan itu sendiri.
d) FK UNS, sebagai salah satu fakultas yang ada di UNS, hendaknya dapat berkontribusi sama bahkan lebih bagi UNS dan Indonesia. 

2. Integritas
Menjadikan nilai ini sebagai prinsip utama menjadi seorang mahasiswa. Dimanapun, kapanpun berada. Begitu pula di dalam BEM FK UNS 2016 kami bertekad untuk menguatkan kembali nilai ini. beberapa poin konkritnya adalah: 
a) Mengusahakan system administrasi yang bersih. Memang susah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dari proposal sampai LPJ. Kadang seseorang berbuat dosa/ kesalahan bukan karena berniat tapi karena ketidaktahuan. Dengan memanipulasi nota, stempel, ttd, dsb. Secara tidak langsung kita telah menodai prinsip seorang mahasiswa, dan ini merupakan sebuah pembelajaran korupsi yang baik. Karena korupsi yang mampu kita lakukan saat ini hanyalah sebatas itu. maka, bismillah mari budayakan kebenaran, bukan membenarkan budaya.
b) Membudayakan “konfirmasi” dan “on time”. Harapannya minimal dapat diterapkan bagi seluruh pengurus BEM FK UNS khususnya, umumnya bagi seluruh anggota KBM FK UNS. Mengapa? Karena saat ini bukan masalah kita bisa hadir atau tidak dalam sebuah rapat, tetapi konfirmasi kehadiran kita. Terlambat 30 menit bahkan tidak hadir sekalipun, asalkan memberikan konfirmasi itu merupakan bukti tanggung jawab kita, bukti kita menjaga integritas. Datang terlambat tanpa kabar/ konfirmasi berarti kita menghukum mereka yang datang tepat waktu dengan menunggu. Roda itu berputar, ada saatnya ketika kita di atas, kadang adapula dibawah. Maka, kami berharap jagalah setiap fase itu. ketika kita berada dibawah, lalu kita mengerjakan tugas kita dengan integritas, bersiaplah untuk dengan mudah menyelesaikan pekerjaan ketika diatas. Tetapi bersiaplah sebaliknya.
c) Selanjutnya adalah tentang keberanian mengatakan tidak pada menyontek saat ujian. Saya berharap akan ada sebuah gerakan anti nyontek. Karena apa? Ya karena hanya sebatas itu korupsi yang mampu kita lakukan. Maka kami berharap nilai integritas yang ada senantiasa dijaga.
3. Kreatif
Dalam hal ini merupakan nilai yang harus senantiasa dipegang dalam melakukan setiap hal. Nilai ini dapat diterapkan perorangan ataupun dalam hal kelompok. Bentuk nyata yang dimaksud adalah:
a) Pada pengadaan sebuah kegiatan, maka diperlukan wacana kreatif, inovatif. kemauan untuk belajar, keterbukaan menerima saran, bercermin pada event instansi lain yang lebih berkembang.
b) Hal ini juga dilakukan pada program kewirausahaan mandiri yang kreatif sebagaimana tertera pada misi saya saat pencalonan. 
c) Dalam pembuatan media publikasi dan juga content strategy dalam teknik publikasi memerlukan kreativitas yang tinggi.
d) Perlunya pemikiran seperti penggabungan proker baksos Ormawa, bertujuan untuk memberikan output yang lebih nyata.
4. Solutif
Pada value kali ini merupakan tuntutan utama bagi mahasiswa yang dikatakan sebagai aktivis intelektual untuk memandang sebuah permasalahan dari berbagai sudut pandang, sehingga ketika menghadapi permasalahan tidaklah hanya menyelesaikannya dengan cara yang mudah melainkan dengan juga benar. Banyak sekali permasalahan social, kebijakan pemerintah, kebijakan universitas, dsb yang menuntut kontribusi mahasiswa dalam pemecahannya. 
Oleh karena itu baik sebagai perorangan ataupun BEM FK UNS sebagai organisasi harus mampu berkontribusi memecahkan masalah dengan solutif, tidak melulu aksi turun kejalan. Salah satu rencana konkritnya adalah: 
a) Mengajak forum ketua ormawa untuk kembali merevitalisasi fungsi dan peran masing-masing ormawa guna optimalisasi kerja.
b) Membuat forum himpunan prodi 
c) Memecahan kementerian, seperti pada advokasi, sebagai sarana pengoptimalan fungsi dan peran tiap kementerian di BEM FK UNS. 
d) Fokus kajian,
5. Inspiratif
Tingkatan tertinggi dari seseorang adalah ketika mampu menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berbuat. Dengan begitu telah ada sebuah hal baik yang dapat ditiru. Konkritnya, kedepan baik itu BEM FK UNS, pengurus BEM FK UNS, dan umumnya FK UNS mampu menjadi inspirasi orang lain untuk berbuat baik, untuk menghasilkan karya, untuk referensi berfikir. Maka, ketika itu terjadi akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita.
a) Senantiasa berjuang untuk menjadi pribadi yang seimbang, dan baik
b) Membuat karya, seperti buku atau hal lain
c) Menginspirasi tentang pemikiran luar  biasa

Pemberian terbesar adalah dengan mencinta,
Pengabdian teragung adalah dengan menghamba,
Perjuangan bukan tentang esok atau lusa,
T
api tentang kapan kita menghadap Yang Maha Kuasa.

Minggu, 09 Agustus 2015

Titik Terang Pengobatan Modern dan Pengobatan Nabi

Bismillah,
Saya beri judul,
"In Light of Modern Medicine and Prophetic Medicine"

Kurang lebih 2 hari (8 dan 9 agustus 2015) saya telah mengikuti "Kuliah Herba Thibbun Nabawi" tingkat dasar di Jogjakarta.
Cukup banyak ilmu yang saya dapatkan disana, namun ada beberapa yang sedikit kalau boleh saya luruskan.
Bukan karena saya berlatar belakang kedokteran modern, atau apapun yang jadi titik poin disini adalah saya memandang dari 2 sudut pandang, pertama sudut pandang kebaikan dan kesejahteraan masyarakat, kedua dari sudut pandang Islam.

Selain mempelajari ilmu berbekam yang "pernah" Rosul lakukan, dalam pelatihan ini juga dikenalkan tentang ilmu herbal (sesuatu yang diambil alami dari tumbuhan atau hewan yang mengandung satu atau lebih zat aktif, yang dapat memberikan suatu khasiat dalam tubuh) yang sebenarnya juga dalam kedokteran modern telah banyak diteliti.
Namun kejanggalan yang saya temui adalah ketika ada statement yang menjelek-jelekkan pihak lain, (salah seorang pengajar bercerita dulu ada seminar tentang herbal dalam dunia kedokteran di tempat X, dokter yg mengisi pertama menjunjung2 tinggi herbal tapi akhirnya menjatuh-jatuhkan. Padahal kita tahu kalau obat sintetik itu isinya ... bla... blaa). Nah ini mungkin sudut pandang yang perlu kita samakan, jadi jangan sampai ketika kita dalam mempelajari sesuatu belum tuntas namun langsung mengambil kesimpulan yang kurang bijak.
Bekam sendiri memang telah ada beberapa abad SM, namun Rosul menjadi pelaku sejarah dan ikut mencontohkan berbekam. Saat ini memang ada istilah-istilah yang mungkin sering menjadi pertanyaan seperti, darah kotor, darah bersih, ataupun sel darah yang mati. Dan saat ini sudah ada beberapa penelitian yang terkait dengan hal itu. Oleh karena itu, baik dikalangan medis ataupun non medis, harapannya tidak semerta-merta menolak ataupun menerima suatu informasi.

Simpulan dan saran:
1. Era modern saat ini memang masyarakat sudah semakin pintar dalam mencari informasi, namun masyarakat juga semakin kewalahan dalam menyaring informasi tersebut. Jangan sampai kita menyebarkan informasi yang sifatnya memecah belah umat, ada baiknya jika dipelajari dengan sempurna, kalaupun ada salahnya silahkan dibicarakan dengan yang berwenang langsung.
Semisal berani mengatakan barang ini haram atau barang ini tidak terbukti berkhasiat, silahkan dijelaskan dan dipahamkan, tidak dengan hanya memberikan statement tanpa dasar yang kuat. Tentulah tidak perlu saling menjelek-jelekkan.
2. Pernyataan ini sekaligus ditujukan kepada pemerintah, khususnya yang tertera dalam UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, untuk segera melakukan penelitian dan pelabelan produk halal bagi semua produk yang telah beredar di Indonesia, termasuk juga segala jenis obat yang ada.
3. Dalam menyikapi segala informasi yang ada, diharapkan masyarakat mulai sadar akan derasnya arus informasi ini, untuk tidak gegabah dalam menyikapi suatu hal. Silahkan didiskusikan dengan semua pihak yang terkait.
4. Yang sampai saat ini yang sering menjadi pembatas antara pengobatan herbal atau pengobatan cara Nabi dengan pengobatan modern adalah dalam hal bukti/ referensi. Dalam bahasa medis, ada yang disebut Evidence-Based Medicine/ pengobatan berdasar bukti, disana akan ada piramida kevalidan sebuah informasi untuk dijadikan bukti, dan didalamnya memang ada kelas bukti yang berasal dari pandangan pakar, opini, trial and eror, case report yang perlu kita akui memang adanya, namun tidak sekuat dibanding kelas bukti yang telah ditulis dalam bentuk review case report, RCT, analisis review, dsb.
nah ini juga yang dalam pandangan saya perlu untuk sama-sama kita benahi. Sebagaimana yang kita tahu masih lemahnya budaya ilmiah di Negeri kita, yang mana sebenarnya dari semua pengobatan yang dilakukan oleh tim herbal dapat disatukan menjadi sebuah penelitian dengan metode case report misal, atau cohort study, dsb. Dan ini juga harapannya terus menjadi perhatian baik bagi kalangan medis ataupun kalangan terapis herbalis untuk tidak skeptis dalam mempelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak malu untuk mengakui kekurangan ataupun  mengapresiasi kelebihan orang.
5. Menjadi perhatian pemerintah pula untuk lebih mengaktifkan penelitian terkait hal ini, dan memberikan fasilitasnya. Seperti di China yang sudah menemukan titik terang antara pengibatan modern dan pengobatan tradisional, didirikan University of Traditional Chinese Medicine.
6. Menyikapi hal itu semua perlu adanya kesadaran dari semua pihak, antara lain praktisi herbal, praktisi medis, pemerintah, tentang adanya masalah ini di Indonesia.
7. Sebagai seorang muslim, tentu tidaklah mungkin membantah perkataan seorang Nabi akhir zaman, dan tugas kita adalah untuk mempelajari dan mengamalkannya, jadi ketika Rasul mengatakan "jibril memerintah supaya aku menyuruh umatku untuk berbekam", maka yang mengaku seorang muslim, tak ada alasan lain untuk mentaatinya.
8. Karena rasa penasaran saya, saya telah mencoba mencari beberapa literatur terkait bekam atau cupping therapy atau Al hijamah, yang insyaAllah penelitian EBM dari beberapa Negara di dunia dan yang saya dapatkan dari berdiskusi dengan beberapa peneliti dunia yang concern dengan hal ini.
Antara lain:
B.Chen, Chen, M.Y.Li, P.D.Liu,Y.Guo nd Z.L.Chen (2014) Alternative medicine: an update on cupping therapy. Oxford University Press on be half of the Association of Physicians. QJMed doi:10.1093/qjmed/hcu227
El Sayed SM, Mahmoud HS, Nabo MMH  (2013) Methods of Wet Cupping Therapy (Al-Hijamah): In Light of Modern Medicine and Prophetic Medicine. Altern Integ Med 2: 111. doi:10.4172/2327-5162.1000111
Mahmoud HS, Abou-El-Naga M, Omar NAA, El-Ghazzawy HA, Fathy YM, et al. (2013) Anatomical Sites for Practicing Wet Cupping Therapy (Al-Hijamah): In Light of Modern Medicine and Prophetic Medicine. Altern Integ Med 2: 138. doi:10.4172/2327-5162.1000138
Dan beberapa lainnya, yang berminat full text nya bisa saya email saja.
Yang intinya adalah telah banyak penelitian yang membenarkan tentang mekanisme dan manfaat bekam, oleh karena itu tidaklah bijak ketika kita menolak untuk menerima kebenaran.
9. Oleh karena itu hendaklah kita membuka wawasan, agar nantinya tidak saling menjelekkan satu dengan yang lainnya. Ilmu akan terus berkembang, jadi jangan pernah lelah untuk belajar. Long Life Learning.
10. Indonesia sudah banyak orangnya, banyak masalahnya, tidaklah perlu kita menambah-nambah masalahnya. InsyaAllah ada solusi dari setiap permasalahan.
11. Berbekam adalah sunnah jibilyah Rosul yang dianjurkan untuk dilaksanakan.

Kritik dan saran dipersilahkan.
Semoga Allah senantiasa menunjuki kita jalan kebenaran.

Wallahu a'lam bisowab

Rabu, 22 Juli 2015

Definisi Shalat, sarana Dzikrullah



DEFINISI SHOLAT

A.    Ta’rif/ definisi Sholat
1.      Ta’rif Shalat, secara lahir
Perkataan shalat dalam pengertian bahasa Arab ialah Do’a memohon kebajikan dan pujian. Makna Shalat Allah ﷻ kepada Nabi-Nya bermakna pujian Allah ﷻ kepada nabi-Nya. Seperti pada firman Allah ﷻ:
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (memuji akan Nabi) (QS 33: 56)
Sebelum Islam, orang arab memakai kata shalat dengan arti demikian. dan arti terdapat juga pada beberapa tempat di dalam Al-Qur’an. Firman Allah ﷻ:
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah (sholatlah) untuk mereka. Sesungguhnya doa (sholat) kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS 9:103).
Selanjutnya, adapun ta’rif sholat yang dikehendaki syara’ sebagai nama bagi ibadah yang menjadi tiang Agama Islam, maka para fuqohaa’ (ahli fiqih) telah ber-isthilah menetapkan pengertian Shalat, yaitu :
“beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulao dengan takbir, disudahi dengan salam, yang dengannya kita beribadat kepada Allah, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan”.
Sesungguhnya pendefinisian ini hanya mengenai rupa sholat saja, belum mengenai hakikat dan ruhnya. Maksudnya adalah ta’rif para fuqohaa’ ini menggambarkan shalat yang dapat didengan dan dilihat, belum tentang jiwa dan hakikat sholat.
2.      Ta’rif shalat yang melukiskan haqikatush sholat atau sir atau rupa bathin sholat.
Ahlul haqiqah menta’rifkan sholat dengan melukiskan hakikat sholat, yakni:
“berhadap hati/ jiwa kepada Allah, dengan cara mendatangkan rasa takut kepada-Nya, serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa keagungan kbesaran-Nya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya”.
Dalam riwayat lain:
“hakikat shalat adalah mendhohirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah, dengan perkataan dan pekerjaan, atau dengan keduanya”
Dengan mendhohirkan hajat kita, baik dengan perbuatan ataupun sikap, berarti kita mengharap mendapatkan sesuatu dari yang kita hajati, yang berarti kita memohon suatu nikmat, atau berharap supaya tejauhkan dari musibah, kesusahan dan kemelaratan. dengan demikian dapat dikatakanlah shalat itu adalah do’a.
3.      Ta’rif yang menggambarkan Ruhush Sholat (jiwa sholat)
Ahlul Ma’rifah telah menta’rifkan ruhusshalat dengan ta’rif yang menggambarkan ruh sholat, yaitu:
“ruh shalat itu, ialah: berharap kepada Allah ﷻ dengan sepenuh jiwa dengan segala khusyu’ dihadapanNya, dan berikhlas bagi-Nya, serta hadir hati dalam berdzikir, berdo’a dan memuji-Nya”.
Untuk mewujudkan hal itu disyari’atkanlah sholat. Dahulu disyariatkanlah sholat karena tidaklah karena rupanya, namun berdasarkan ruhnya, oleh karena itu terdapat beberapa perubahan rupa sholat antar nabi, sedangkan ruh/ jiwa sholat tidaklah berubah. Sampai tiba Rasulullah Muhammad ﷺ sebagai khatamannabiyyun dengan membawa rupa terakhir dari shalat yang di syari’atkan oleh agama Islam.
4.      Ta’rif yang melengkapi rupa, hakikat dan jiwa sholat
Ta’rif secara menyeluruh adalah berhadap hati (jiwa) kepada Allah ﷻ. Hadap yang mendatangkan takut menumbuhkan rasa kebesaranNya dan kekuasaanNya dengan sepenuh khusyu’ dan ikhlas di dalam beberapa perkataan dan pebuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Didalam shalat terdapat tawajjuh (usaha berhadap diri pada Allah) dan do’a (memohon hajat dan ampunan kepada Allah). oleh karena itu, harus berhati-hati dalam menterjemahkan sholat, jangan menggunakan terjemahan sholat dengan sembahyang, karena perlu diketahui bahwa sembahyang berasal dari kata sansekerta yang berarti menyembah para dewa.



Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi Ash. Prof. Dr. Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra, 2000.