Kamis, 03 November 2016

Begitu indahnya skenarioNya



Selamat dulu buat Sahabatku, konco koplak, konco naik gunung pertama kali, konco bosyog di smc 2015, wess.. keren banget pokok.e koe… barakAllahh Ghoni Abdurrahim yang telah diterima Beasiswa TNI, matra AU, insyaAllah Marsekal udah pasti… dan jugaa selamat juga buat Gerry, calon sejawatku, mantappp kamu mengajariku banyak hal tentang arti ikhtiar, mantap komandan, Letnan dua sudah di tangan insyaAllah :)

Yak… jadi cerita ini bermula beberapa bulan lalu, bahkan sejak sebelum KKN. Sudah ada beberapa senior yang berhasil melalui jalan ini, yak, perwira karir TNI, atau lebih akarab dikenal Dokmil. Saya sempat berdiskusi dengan banyak pihak, ada yang pro ada yang terserah, ada yang nggak usah (salah satunya ust. Yusuf, guru ngaji saya). Tapi ketika diskusi sama bapak, beliau sangaaat bersemangat, udah gapap coba aja. Dan beliaulah yang selalu membuat saya tetap semangat berjuang. Akhirnya, saya mencobaa.
Bapak yang ngurus semua berkas2 syarat2, fotocopy legalisir dari SD sampe SMA, saya cuman ngurus berkas yang diperkulihan. Pokoknya udah lengkapp banget berkas2nya insyaAllah :)
Detik2 pendaftaran, latihan fisik beberapa kali, istikhoroh juga, dan semakin dikuatkan dengan jawaban “ya udah biar Allah yang menentukan dari lolos atau tidaknya seleksi”

Begitu indahnya skenarioNya

Seleksi dibagi menjadi 2, tahap daerah kalo lolos dipanggil tes lagi di nasional.
Waktu untuk seleksi tahap daerah tiba. Hari pertama, adalah general check up di RS DKT, dari urin, darah, EKG, fisik (tahu aib semuanya wkwkw), sampe foto rontgen thorax. Hari kedua, seleksi kesemaptaan jasmani. Disinilah skenarioNya bermainn :)))))))))

Singkat cerita pagi itu sebelum prosesi kesemaptaan, ada cek tensi/ tekanan darah. Pertama kali di ukur, tensi saya 140/90 mmHg. Astagfirullah… nggak biasa2nya lho tensi tinggi gini. Saya juga cukup sering ngecek tensi, dan kemarin pas KKN juga pake tensi digital sekitar 126/80 kalo nggak salah. Akhirnya di cek sampe 3 kali tetep sama. Ada 2 teman lain yang sama tinggi tensinya. Kami disuruh rileks, nyante tiduran, cuci muka, dikhawatirkan tensi tinggi hanya Karena system simpatis yang terangsang. 

Beberapa menit selanjutnya dicek kembali, dan kalian tahu? Malah naik… 150/100 mmHg… Allahuakbarr… terdiam… dicek beberapa kali masih juga sama… dan akhirnya kami tidak diperkenankan seleksi kesemaptaan jasmani hari itu.
Pak muji, coordinator seleksi dari AJENREM Solo mengabarkan telah berkoodinasi dengan pihak pusat dan akhirnya kami diizinkan untuk mencoba lagi seleksi di hari ketiga, rabu, yakni tes renang di kolam renang tirtomoyo.
Paginya, habis subuh saya minta ditensi sama mas kos, (mas angga orang yang cukup banyak berpengaruh dihidup saya yang meneladani saya tentang arti kesabaran dan nrimo eng pandum wkwk), dan apa hasilnya, 120/80 mmHg. Normal guys normal!! Buat jaga2 saya beli obat anti-hipertensi, nifedipine, (kalo anak kedokteran tau, ini golongan CCB yang cukup kerja cepat). Pas mau berangkat saya minum nifedipine 1 tablet.

Singkat cerita saya meluncur ke lokasi renang, dan sesuai prosedur harus di cek tensinya terlebih dahulu. Karena khawatir spymomamometer nya petugas rusak, saya bawa alat sendiri hehe… di tes sama Ivan Nuh, daan 150/100 mmHg… duaarr…. Allahuakbar… langsung saya minum nifedipine sublingual. Dan beberapa kali di coba tetep nggak turun. :)

dan panitia seleksi mengatakan, "nggak papa dek, masa depan kalian masih panjang. masih bisa nyoba lagi tahun depan. dipersiapkan"



Doaku dikabulkan

Malam sebelum tes memang aku berdoa dalam qiyamul lailku, “ya Allah jika memang ini yang terbaik untukku, tolong mudahkan dan dekatkan. Tapi jika ini tidak baik untuk diriku, masadepanku, dan agamaku tolong jauhkan, dan aku berdoa kalo emang gugur ya di tingkat daerah aja, nggak usah sampe ke nasional. dan aku kalo nggak lulus ak nggak akan nyoba lagi, mungkin memang ini bukan yang terbaik untukku. "
Dan masyaAllah… skenarionya uniiikk banget yak...




Tuhan maha tahu sedang kita tidak, bahkan malaikat

Allah telah menciptakan mahluk bernama pena 50K tahun sebelum bumi tercipta. So, pengingat bagiku untuk kembali mengoreksi dari mana aku berasal, untuk apa aku hidup dan kemana aku akan kembali :)

 Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS 2:30)

Senin, 31 Oktober 2016

Di Atas Langit masih banyak Langit [read: GIMSCO 2016]

Kami tutup perjalanan ini dengan doa dan perenungan bersama. Ya kami, Saya, Gilsuk, Asad, Peter.
Beberapa bulan lalu diadakan seleksi peserta IMO dan GIMSCO dikampus [read: OLYMPUS] oleh HMPD. Dan singkat cerita kami terpilih menjadi delegasi FK UNS untuk GIMSCO 2016. Dan kami tercatat sebagai delegasi resmi pertama dari FK UNS sejak GIMSCO ke 2. Kabarnya, GIMSCO pertama tahun 2012 sudah ada mas mbak 2009 yang kebetulan asisten anatomi tahun itu berangkat. Tetapi terus vacuum sampai tahun ini. 
alhamdulillah setelah tahun lalu saya coba mengajukan proposal buat berangkat tapi keburu kuota penuh, tahun ini dengan izinNya bisa berangkat.

Pelajaran berharga

Pertama, beberapa minggu kami belajar bersama [read; yang paling  efektif sekitar 1-2 minggu sih, Karena padatnya jadwal dan ada UB juga. Hmm]. Yang memaksa kami untuk “belajar” lagi. Panitia lomba memberikan silabus yang luas bet, sehingga kami kebingungan mau belajar dari mana. Wkwkw akhirnya kami putuskan pakai beberapa literature yang lazim di pakai [read; moore, grays, neuroanatomi duus, sobotta]. Karena judul kompetisinya GIMSCO “olimpiade anatomi”, eh ternyataa soalnya……hampir klinis semua.. wow… jadi intinya pelajaran pertama adalah membuatku “belajar” lagi.
Kedua, sepertinya osn fisika pas SMA jadi momen “lomba” yang bener2 lomba bagiku terakhir, sebelum ikut ini. Hehe… dan akhirnya saya merasakan suasana lomba lagi yang ada dag dig dug nya…kuliah ini sesat banget nggak pernah bisa ikut lomba :D
Sekilas mengenai perlombaan
GIMSCO terdiri dari 4 babak:
1.       Babak Penyisihan Tahap 1,
Di babak ini 95 tim / 190 orang dibagi 3 shift. Kalo di UNS yaa semacam response anat gitu guys. Ada 60 soal full English. Gregett!! Ampe kringetaannn pokok.ee
Jadi satu pelajaran yg bisa saya ambil disini, ilmu anatomi basic yg dimaksud itu udah klinis yang di anggep di kampus kite. Haha yaa bukan njelek2in kampus sendiri sih. Tapi kalo “emang” model soal2 responsi “mahasiswa” non peserta gimsco seperti itu bentuknya. Sepertinya emang kita perlu berbenahh :)
Contoh soal, yang ditunjuk pancreas. Apabila terjadi keganasan dicaput akan menimbulkan nyeri. Maka perlu dilakukan pengangkatan ganglion dari syaraf yang menginervasi organ tsb. Ganglion apakah yg dimaksud?... (model2 soal prof. satimin tapi lebih diaplikasikan klinis. Soo… jangan takut. InsyaAllah UNS bisa)..
Biidznillah, kami ber 4 lolos ke tahap 2. Alhamdulillah masuk ke 60 pertama. (kita GIMSCO 1).
2.       Babak Penyisihan Tahap 2,
Di tahap ini, 60 tim dibagi ke beberapa ruangan untuk mengerjakan 100 soal (70 isian singkat, 25 benar/salah, 5 melengkapi soal cerita.
Alhamdulillah, kami masuk ke 25 besar. Qodarullah. *pas pengumman saya ama gilsuk dhuha di masjid Karena nggak kuat simpatis bekerja penuh. Wkwkwk
3.       Babak Semifinal
Di babak ini dari 25 tim yang lolos BPT 2, di bagi 5 ruangan untuk LCT/ Lomba Cepat Tangkas.  3 sesi : soal wajib, Lemparan, Rebutan. Nah qodarullah, kami kalah di sini. Dan lagi2 qodarullah, UNS 2 Tim di satu ruangan :D :) :(
4.       Babak final,
Karena kami nggak lolos dibabak ini, nggak bisa cerita banyak tapi intinya, ada tahap tentamen/ preparat, presentasi kasus, LCT, dan tebak kata nomina antomica.

Intinya pelajaran berharga kedua, dari momen2 lomba yang ada ini menjadi sebuah pelajaran bahwa masih banyak langit di atas langit.
“berkesempatan mengikuti gimsco ini membuatku semakin yakin bahwa aku masih goblok”

Tamparan Hangat bagi Kita

Mengamati dan beberapa kali diskusi sediki kami bisa menyimpulkan, dan seharusnya bisa menjadi renungan kita bersama. Melihat dari finalis dan hasil juaranya. Coba kita renungkan bersama [kita = mahasiswa UNS lebih spesisfik FK UNS dan lebih spesifik lagi Program Studi Kedokteran UNS, karena pesertanya kemarin dari PSK].
Dari juara 1, undip, beberapa catatan yang kami ketahui. Dukungan dari fakultas dan prodi sangat kuat. Namun selain itu dari system pembelajaran yang ada di sana walaupun sudah memakai system blok, tetapi tahun pertama masih full ilmu kedokteran dasar [read; anatomi, fisiologi, histo, biokim]. Jadi cukup ngelontok… apa lagi yaa, disana kaprodinya dr.. Sp.BS., PAK. Implikasinya sepertinya dari power yang dihasilkan lebih besar. Dosen2nya, khususnya anatomi cukup ketat. Mereka punya diktat/ BPP yang katanya sih detail dan sampai sekarang masih dipake sejak th 80an. Kalo dibanding kita, yang udah diringkesin banget2, masih banyak ngeluh. Masihkah kita stay di zona nyaman?
Juara 2,3,4 dari Universitas lambung mangkurat. Menurut saya kita perlu mencontoh banyak dari Unlam ini. Ini opini saya saja ya, saya sempat berkecimpung dengan mahasiswa2 delegasi unlam. Dan hampir di semua bidang ada dan sukses2. Di ISMKI, juara SMC di UNS, dan ini. Coba renungkan bersama... apa yang membuat mereka mampu seperti itu. Mohon maaf, padahal mereka dikalimantan. Kalau alasannya kita gagal Karena jauh dari ibu kota, mereka lebih jauh… lalu masihkah kita masih stay di zona nyaman?
Juara 5, unair. Satu yang saya ketahui. RS Soetomo, tidak hanya menjadi tempat coass dari unair, tapi juga beberapa institusi lain. Jadi doktrin yang ada, loe jangan malu2in unair. Jadi belajar baek2 sono. Lalu bagaimana percoassan kita? Yaa saya belum mengalami sih. Tapi sekilas kan emang muwardi cuman dari uns doang. Soo mungkin kita msih di zona nyaman :)

“mungkin kita masih terlalu berada di zona nyaman”

So, kesimpulannya:
1.       Kegagalan ini mungkin menjadi ruang kesedihan tersendiri bagiku. Wkwkw alay bet bahasanya. Tapi beneran. Sedih belum bisa membuat bangga nama UNS :( maaf yaaa semuaa :) kami cuman bisa sampe semifinal. semoga delegasi selanjutnya bisa lebih  baik. insyaAllah kami sudah catatkan evaluasi tahun ini.
Ini tamparan special buat saya pribadi buat belajar lebih banyak lagi. Karena nggak ada alasan presbem nggak keteteran akademiknya. Fyi, surya, juara 1nya itu angkatan 2014 dan ketua HIMAKU undip. Sekarang lagi nyalon presbem fk undip. Tahun lalu dia juara 3 J keren banget gaa sih… josh… guendeeng….
semoga saya bisa lebih baik lagi kedepan. Segera semhas. Belajar compre yang bener. Coass yang baik. Jadi dokter yang baik. (but, jangan pernah lewati momen2 kehidupan ini tanpa Dia, dan berbagi pada sesame mahluk Nya)
2.       saya mengajak seluruh mahasiswa FK UNS untuk banyak merenung. Sudah optimalkah kita dalam belajar? Dalam berkarya?
Cukup dijawab dalam hati dan dicari solusinya.
Barangkali benar, kita masih terlalu berada di zona nyaman :)
3.       untuk Kedokteran, 2017 sepertinya perlu diadakan evaluasi system kurikuluum. Sudah hampir 10 tahun kita terapkan system ini.
Apakah memang yang terbaik? Apakah memang ini cara yang paling pas untuk menciptakan dokter2 yang kuat dilayanan primer?
Bisa untuk masukan prodi juga.
4.       Buat Gilsuk, Peter, Asad, makasih udah ngajarin dan belajar banyak J sampe direwangi tidurr dilab. Wkwkw special buat dr. Inna, M. Neurosci, maturnuwun Do katas bimbingannya selama ini. Untuk Oddik, dan panitia OLYMPUS makasih sudah difasilitasi. Semoga semua berbalas kebaikan :)
5.       Untuk seluruh calon sejawat.
Barangkali SKDI telah menuliskan kompetensi2 yang ada untuk dikuasai, atau prodi telah menyiapkan silabus2 untuk dipelajari, tetapi kita harus terus membuka wawasan tentang apa yang akan kita hadapi nanti. Nyawa guys. Nyawa :(
Gimana mau jadi dokter yang kompeten kalo dikit2 kita udah ngeluh.
Saling menguatkan yaa… mari kita buktikan semangat kita… mari kita tunjukkan bahwa kita adalah dokter yang kompeten… 

 

But, jangan lupa arti sebuah proses. Dengan begitu dihalalkan sikut2an. No.. jangan yaa..
Semoga saya juga nggak kaburomaktan… amin

kita nggak kalah kok dari input, cuman kita harus lebih giat lagi di proses!


Ada yang udah nonton CADO-CADO? Hehe… yaa walopun banyak romance2 nya. Tapi semoga kita bisa lebih baik deh dari itu. hehe


Reminder dari Tuhan

Hari rabu kemarin saya diminta menggantikan kultum dr. Dono, dan kebetulan saya menyampaikan mengenai “musibah/ azab” yang terjadi bagi diri kita ataupun dunia ini. QS Al Hadid 22-23. 
Satu pengingat bagi diri saya pribadi, untuk tidak terlalu sedih atas apa yang luput dari diri ini. dan pengingat bagi kita bersama mungkin kita masih perlu banyak berbenah.

sering banget gini, habis ngomong, terus diuji dengan hal nyata :)
Diakhir, ulama2 mengatakan untuk masalah akhirat kamu harus senantiasa melihat ke atas, tapi urusan dunia harus sering2 melihat kebawah agar kita lebih banyak bersyukur.
Tetapi juga jangan lupa melihat keatas agar menjadikan motivasi bagi kita untuk menjadi “mahlukNya” yang lebih baik lagi.

last, do our job, and let Allah do his job for us.
Allah know and we arent, (QS. 2:30)


wallahu wa rosul bisowaf

Kamis, 19 Mei 2016

Selamat Hari "Embriologi Pergerakan"

Bismillah,

Sejarah bercerita,
Tepat seratus delapan tahun yang lalu ada 3 orang mahasiswa kedokteran yang berbincang ringan disebuah ruang belajar kampus mereka, stovia namanya. mereka menyadari bahwa bangsanya sudah cukup usia untuk memersiapkan kemandiriannya.
ya, Boedi Oetomo mereka menamainya.

disaat bersamaan "kaum terpelajar" Indonesia yang belajar di Belanda membentuk perkumpulan pula.
indische vereeniging namanya.

sebenarnya 3 tahun sebelumnya ada sebuah perkumpulan di kota kampus saya hari ini berada, Solo-Surakarta. Sejarah mencatat terbentuknya sebuah pergerakan terorganisir paling awal, Sarekat Dagang Islam namanya.

Sejarah bercerita, 
Sarekat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam. Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische Vereeniging berubah menjadi Perhimpoenan Indonesia. dengan berbagai permasalah dan penyelesaiannya.

-setiap masa memiliki permasalahan yang berbeda, pun juga dengan solusinya-

Sejarah bercerita,
angkatan 28 dikenalnya, saat Indonesia telah memiliki banyak perkumpulan2 kedaerahan; Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Kaum
Betawi, dan sebagainya.

lalu di rasa perlu bersatunya pemuda Indonesia. dideklarasikanlah PPPI (perhimpunan pelajar-pelajar indonesia) meletakkan dasar komitmen menyisikan perbedaan antar mereka.

Menjadi hari bersejarah pula angkatan 28 dengan sumpah pemuda yang hingga kini masih menggema.

angkatan 45,
dengan cerita cantiknya, bagaikan pertemuan sel telur dan sel sperma. saat Indonesia pertama diakui dunia. Soekarno-hatta menjadi "Zygot" bangsa Indonesia. yang terkenal dibalik puluhan nama yang berjuang bersamanya.

Sejarah bercerita,
perjuangan setiap masa akan tetap terus ada. angkatan "Tritura" 64 dengan pergerakan menentang penguasa yang mulai lupa tujuanya awalnya.

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki pemuda kata tan malaka. menurutku seharusnya ini juga tetap dimiliki kaum "tua".

Sejarah bercerita,
angkatan 74 dengan "malari" dimana sejarah bercerita lagi2 "mahasiswa kedokteran" ada didalamnya. hariman siregar siapa yang tak mengenalnya.

NKK-BKK dengan segala cerita uniknya.

kebijakan yang dipertanyakan. pers yang dibungkam dan  berbagai komplikasi permasalahan yang terus memuncak dan berakhir dengan kisah romantisme perjuangan 98 tentunya.

hari ini,
cerita pergerakan mahasiswa mungkin tak sama. tetapi bukan alasan untuk berhenti berfikir tentang perubahan dan perbaikan.

-Yang berhak mendefinisikan pergerakan mahasiswa hari ini, ya mahasiswa yang hidup dimasa ini-andi aulia

Aksi kejalan adalah sebuah keniscayaan. akan tetapi bukan terus menjadi gold standard.
kajian negosiasi mungkin sekarang yang cukup relevan. tetapi sekali lagi bukan berarti untuk anti turun kejalan.

-aku hari ini adalah sintesis kebaikan2 orang yang pernah hidup dan menginspirasi, baik langsung maupun tak langsung-

Coba ingat kembali cara-cara perjuangan mereka yang tercatat sejarah. samanhudi? tanmalaka? Oemar Said Cokroaminoto? sukarno? semaun? haji agus salim? dokter sutomo? sukarno? syahrir? hariman siregar? ki bagus hadikusumo? soe hok gie? dan siapapun mereka yang berjuang dengan niat baiknya.

pendidikan dibuat untuk mengasah ketajaman analisis, mengokohkan keinginan, dan yang terpenting memerhalus perasaan-tan malaka

Kepekaan terhadap permasalahan, ketahanan menghadapi tekanan, ketepatan dalam mengambil keputusan, dan jiwa kepemimpinan haruslah dilatih sejak awal. Hari ini kita banyak menjumpai mereka yang pintar namun tidak bertindak benar.

-sebuah tindakan hendaknya memertimbangkan logika, etika dan estetik- Inu kencana [dan terutama dengan iman jangan lupa].


Selamat Hari Kebangkitan Nasional
20 Mei
sebuah embriologi perjuangan. mahasiswa kedokteran bukan alasan. siapa pelopor pergerakan? mahasiswa kedokteran kawan.

semoga senantiasa terjaga semangat dan niat.

Minggu, 15 Mei 2016

Sekadar Pengingat (untuk Aku, Kamu {KITA})

sejenak merenung, apa yang akan aku tinggalkan selama setahun ini?
tak terasa sudah hari ke seratusenampuluhsatu.

seperti saat awal aku diminta untuk mencalonkan diri di pemilu kemarin, aku mengatakan kalau cuman melewati satu kepengurusan mah gampang. tapi apa yang diperbaiki dan apa yang ditinggalkan itu yang masih menjadi pertanyaan.

semoga Tangan Mu senantiasa membimbing langkah hamba ya Rabb.

sekadar pengingat...

Visi & Value

Sesuai dengan Visi yang telah saya sampaikan pada pencalonan Presiden BEM FK UNS 2016. Visi saya adalah:
Mewujudkan FK UNS INKLUSIF (Integritas-Kreatif-Solutif-Inspiratif).
Dalam pencapaian visi saya secara langsung akan memimpin sebuah kabinet yang mana dalam hal ini adalah BEM FK UNS 2016. Adapun penjabaran Visi tersebut ialah dalam mewujudkan FK UNS yang Inklusif harus dimulai dari BEM FK UNS, sebagai kabinet yang terbentuk atas rekomendasi KBM FK UNS dan menjadi pusat pergerakan di FK UNS, diharapkan memiliki nilai Inklusif, dan juga kepanjangan dari INKLUSIF yakni, Integritas-Kreatif-Solutif-Inspiratif. dimana nantinya kami berharap BEM FK UNS sebagai organisasi maupun pengurus secara perorangan dapat menjadi contoh bagi civitas akademika FK UNS. Dan berharap dapat bersama-sama berkontibusi untuk UNS dan Indonesia masa depan. 
Visi tidaklah berarti, tanpa diikuti kerja keras yang nyata. Untuk itu, visi ini sekaligus kami jadikan sebagai value/ nilai kepengurusan. Value ini akan menjadi dasar strategy, fokus kerja kepengurusan, dan ruh kerja keras kita selama satu tahun ke depan. Setiap program, setiap gerakan, setiap aktivitas, berkiblat, dan menggengam kuat value-value ini. 

1. Inklusif 
Mewakili gambaran organisasi BEM FK UNS yang menyatu/ termasuk dalam/ tergabung dalam ataupun organisasi yang tidak terkesan ekslusif. Nilai ini juga ditujukan bagi:
a) BEM FK UNS sebagai organisasi, baik dimata 5 prodi FK UNS, KBM FK, UNS, maupun Universitas, dan masyarakat.
b) Pengurus BEM FK UNS, dimana kami mengharapkan sebagai pengurus tidak akan merasa eksklusif, dan dapat merangkul KBM FK UNS, sekaligus dapat menjadi role model.
c) KBM FK UNS, yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa (Ormawa, perwakilan angkatan) dan juga mahasiswa keseluruhan itu sendiri.
d) FK UNS, sebagai salah satu fakultas yang ada di UNS, hendaknya dapat berkontribusi sama bahkan lebih bagi UNS dan Indonesia. 

2. Integritas
Menjadikan nilai ini sebagai prinsip utama menjadi seorang mahasiswa. Dimanapun, kapanpun berada. Begitu pula di dalam BEM FK UNS 2016 kami bertekad untuk menguatkan kembali nilai ini. beberapa poin konkritnya adalah: 
a) Mengusahakan system administrasi yang bersih. Memang susah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dari proposal sampai LPJ. Kadang seseorang berbuat dosa/ kesalahan bukan karena berniat tapi karena ketidaktahuan. Dengan memanipulasi nota, stempel, ttd, dsb. Secara tidak langsung kita telah menodai prinsip seorang mahasiswa, dan ini merupakan sebuah pembelajaran korupsi yang baik. Karena korupsi yang mampu kita lakukan saat ini hanyalah sebatas itu. maka, bismillah mari budayakan kebenaran, bukan membenarkan budaya.
b) Membudayakan “konfirmasi” dan “on time”. Harapannya minimal dapat diterapkan bagi seluruh pengurus BEM FK UNS khususnya, umumnya bagi seluruh anggota KBM FK UNS. Mengapa? Karena saat ini bukan masalah kita bisa hadir atau tidak dalam sebuah rapat, tetapi konfirmasi kehadiran kita. Terlambat 30 menit bahkan tidak hadir sekalipun, asalkan memberikan konfirmasi itu merupakan bukti tanggung jawab kita, bukti kita menjaga integritas. Datang terlambat tanpa kabar/ konfirmasi berarti kita menghukum mereka yang datang tepat waktu dengan menunggu. Roda itu berputar, ada saatnya ketika kita di atas, kadang adapula dibawah. Maka, kami berharap jagalah setiap fase itu. ketika kita berada dibawah, lalu kita mengerjakan tugas kita dengan integritas, bersiaplah untuk dengan mudah menyelesaikan pekerjaan ketika diatas. Tetapi bersiaplah sebaliknya.
c) Selanjutnya adalah tentang keberanian mengatakan tidak pada menyontek saat ujian. Saya berharap akan ada sebuah gerakan anti nyontek. Karena apa? Ya karena hanya sebatas itu korupsi yang mampu kita lakukan. Maka kami berharap nilai integritas yang ada senantiasa dijaga.
3. Kreatif
Dalam hal ini merupakan nilai yang harus senantiasa dipegang dalam melakukan setiap hal. Nilai ini dapat diterapkan perorangan ataupun dalam hal kelompok. Bentuk nyata yang dimaksud adalah:
a) Pada pengadaan sebuah kegiatan, maka diperlukan wacana kreatif, inovatif. kemauan untuk belajar, keterbukaan menerima saran, bercermin pada event instansi lain yang lebih berkembang.
b) Hal ini juga dilakukan pada program kewirausahaan mandiri yang kreatif sebagaimana tertera pada misi saya saat pencalonan. 
c) Dalam pembuatan media publikasi dan juga content strategy dalam teknik publikasi memerlukan kreativitas yang tinggi.
d) Perlunya pemikiran seperti penggabungan proker baksos Ormawa, bertujuan untuk memberikan output yang lebih nyata.
4. Solutif
Pada value kali ini merupakan tuntutan utama bagi mahasiswa yang dikatakan sebagai aktivis intelektual untuk memandang sebuah permasalahan dari berbagai sudut pandang, sehingga ketika menghadapi permasalahan tidaklah hanya menyelesaikannya dengan cara yang mudah melainkan dengan juga benar. Banyak sekali permasalahan social, kebijakan pemerintah, kebijakan universitas, dsb yang menuntut kontribusi mahasiswa dalam pemecahannya. 
Oleh karena itu baik sebagai perorangan ataupun BEM FK UNS sebagai organisasi harus mampu berkontribusi memecahkan masalah dengan solutif, tidak melulu aksi turun kejalan. Salah satu rencana konkritnya adalah: 
a) Mengajak forum ketua ormawa untuk kembali merevitalisasi fungsi dan peran masing-masing ormawa guna optimalisasi kerja.
b) Membuat forum himpunan prodi 
c) Memecahan kementerian, seperti pada advokasi, sebagai sarana pengoptimalan fungsi dan peran tiap kementerian di BEM FK UNS. 
d) Fokus kajian,
5. Inspiratif
Tingkatan tertinggi dari seseorang adalah ketika mampu menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berbuat. Dengan begitu telah ada sebuah hal baik yang dapat ditiru. Konkritnya, kedepan baik itu BEM FK UNS, pengurus BEM FK UNS, dan umumnya FK UNS mampu menjadi inspirasi orang lain untuk berbuat baik, untuk menghasilkan karya, untuk referensi berfikir. Maka, ketika itu terjadi akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita.
a) Senantiasa berjuang untuk menjadi pribadi yang seimbang, dan baik
b) Membuat karya, seperti buku atau hal lain
c) Menginspirasi tentang pemikiran luar  biasa

Pemberian terbesar adalah dengan mencinta,
Pengabdian teragung adalah dengan menghamba,
Perjuangan bukan tentang esok atau lusa,
T
api tentang kapan kita menghadap Yang Maha Kuasa.